Ride For Peace : Kang JJ Bersiap Start di Paris

Penjelajah dunia asal Indonesia, Jeffrey Polnaja, menyatakan telah siap memulai perjalanan keliling dunia seorang diri dengan sepeda motor besar BMW R1150GS Adventure. Lelaki kelahiran kota Bandung tahun 1962 itu sejak 27 Mei lalu telah berada di Paris, Perancis setelah melakukan penerbangan dari Jakarta.

“Saya tiba di Paris dalam kondisi stamina yang prima dan siap memulai penjelajahan,” ujar pria yang akrab dipanggil Kang JJ itu. Ditambahkannya, pendaratan di Paris bertujuan untuk penyesuaian cuaca (klimatisasi) sekaligus pengetesan R1150GS sebelum menghadapi medan penjelajahan yang sesungguhnya. Suhu udara di Paris sendiri kini berada pada kisaran cukup lembab, yaitu 8 derajat selsius.

Pada Selasa (1/2) kemarin, Jeffey melaporkan telah melakukan pengetesan pertama R1150GS sejauh 400 kilometer menuju Moerbeke, Belgia. Ini merupakan pertemuan pertama Jeffrey dengan sepeda motornya setelah 3 tahun menanti. R1150GS merupakan sepeda motor yang sama yang dipakai Kang JJ untuk menaklukan misi Ride for Peace pertama yang mendatangi 72 negara pada 2006 hingga 2008.

Sejak finish di Jerman pada 2008, sepeda motor yang telah menjadi kawan sejatinya tersebut dititipkan kepada sahabat-sahabatnya yang tergabung dalam BMW Motor Club Vlaanderen, di Belgia.

“Saya melakukan pengetesan jalan sekitar 400 km. Saya ingin memastikan bahwa motor ini secara teknis siap menemani penjelajahan keliling kedua yang tak kalah menantang dari misi pertama Ride for Peace. Sejauh ini kondisi sepeda motor dalam keadaan kuat, dan saya bisa menyatu dengannya,” ucap Jeffrey. Selama berada di Belgia, R1150GS produksi 2005 itu telah menerima beberapa modifikasi dan perkuatan dari tim Vlaanderen.

Dalam pengetesan itu, Jeffrey melintasi kota Brussel, Gent dan Brugge. Di tengah tekanan cuaca yang masih cukup dingin, Jeffrey berkendara dalam kecepatan maksimum 160 km/jam atau disesuaikan dengan batas kecepatan yang diizinkan di sebuah wilayah negara.

Dalam beberapa hari ke depan Jeffrey juga akan melakuan pengetesan perjalanan di Autobahn, Jerman, di mana tidak terdapat ketentuan batas kecepatan laju kendaraan.

Perjalanan Jeffrey kali ini merupakan penjelajahan keliling dunia seorang diri yang kedua dengan sepeda motor. Pada kesempatan ini, Jeffrey yang masih menempel plat nomor polisi Bandung “D 5010 JJ” (bermakna “Solo JJ”), mengemban misi “Ride for Peace – Solo Riding Exploring Five Continents on Two Wheels.”

Jeffrey akan berkelana sejauh 220.000 kilometer melintasi beberapa negara di Eropa, Amerika Utara, Amerika Tengah, Amerika Selatan dan Australia. Penjelajahan kedua ini tak kalah menantang dari misi pertama, di mana dia melintasi negara-negara di Asia, Afrika, dan Timur Tengah.

Tak kurang dari 30 negara akan disinggahi, mulai dari Perancis, Belgia, Belanda, Jerman, Skandinavia, Polandia, Rusia, Korea Selatan, Jepang, Kanada, Amerika Serikat, Meksiko, Kuba, Kolombia, Nikaragua, Bolivia, Brasil, Argentina, Peru, Selandia Baru, Australia, dan Timor Leste. Jeffrey direncanakan tiba kembali di Jakarta pada tahun 2014. ###

20120502-132837.jpg

Leave a Comment

Filed under event bikers, lifestyle

Kejurnas Balap 250 cc (Harusnya) Menuju Dunia

Era baru balapan yang berkonsep dunia mulai dirintis di Indonesia, setelah program GP Mono mandek di tengah jalan, kini Indospeed Race Series memperkenalkan kelas 250cc dengan level Kejurnas. Pemainnya sekarang, baru ada Kawasaki Ninja dan Honda CBR, dimana Honda CBR 250R besutan Astra Motor Racing Team yang digawangi Benny DU Star Motor unggul jauh ketimbang Ninja. Bahkan, pembalap sekelas M.Fadli yang membawa bendera pabrikan Kawasaki pun dibuat tak berdaya.

Isu bobot motor menjadi perbincangan seru, karena perbedaannya cukup jauh sesuai dengan buletin yang dikeluarkan panitia, berat kosong Honda 132 kg dan Kawasaki 157 kg. ketentuan itu hanya berlaku untuk seri pertama, 21-22 April kemarin di Sentul. Untuk sei selanjutnya akan dikeluarkan addendum perubahan berat kosong kendaraan kelas 250cc Kejurnas, sebagai berikut :
Honda : 127 kg ( dengan ketentuan boleh mengganti velg) dan Kawasaki : 152 kg (tidak boleh mengganti velg)

Tapi saya bukan menyoroti hasil balapannya, namun dibukanya kelas 250cc merupakan jembatan emas untuk karier pembalap Indonesia menuju level dunia. Honda telah merintisnya dengan membuka Asia Dream Cup, balapan kelas Asia dengan menggunakan basic CBR 250R. Jenjang ini nantinya menjadi kunci menuju perhelatan Moto3 di MotoGP.

Menariknya, saat membuka sebuah situs di Thailand, Yamaha dikabarkan tengah bersiap melansir motor berkapasitas 250cc yang akan diproduksi di India atau negara Asean agar harganya kompetitif di pasar. Segmen 250 cc memang tergolong baru, namun banyak para bikers yang membeli motor di atas 150 cc untuk merasakan thrill of riding yang lebih mumpuni. Selain Honda dan Kawasaki yang sudah hadir di market, KTM juga sudah meluncurkan KTM Duke 200, street fighter yang bertenaga kencang serta berbobot ringan. Lalu Suzuki juga sudah menggadang-gadang Inazuma 250.

Semoga saja nantinya, para APM motor, melihat segmen ini tidak sekadar untuk mengobral promosi produknya saja, namun juja turut berkomitmen memajukan balap nasional yang berfilosofi balapan dunia. Semoga

20120425-130543.jpg

20120425-130550.jpg

Leave a Comment

Filed under balap motor

Djoga International Classic Bike Show 2012 Siap Digelar Juni

Motor Antique Club Indonesia (MACI) Yogyakarta kembali bersiap menghelat event besar bertajuk Djogja International Classic Bike Show 2012, 23-24 Juni mendatang di Jogja Expo Center. Areal yang diambil adalah Hall C + West Side Parking Area.

DICBS 2012 bertujuan untuk mengangkat potensi motor klasik di Kota Gudeg dan Indonesia umumnya serta menjadi ajang silaturahmi antarkomunitas dan pengguna motor tua lainnya. Selain itu, event ini juga menjadi media ekspresi para pemilik motor tua untuk memamerkan karya restorasinya dengan berbagai tampilan sebagai usaha dalam menjaga heritage motor klasik di Indonesia. Tentu saja, kaitannya adalah bersinggungan dengan pariwisata Yogyakarta yang gencar dikumandangkan dimana otomotif menjadi salah satu magnet yang menjadi ciri khas Jogja. Dengan tajuk internasional, dipastikan event ini akan diikuti oleh para enthusiast motor klasik dari negara lain yag akan datang dengan budayanya baik dari tampilan motor, maupun colors klubnya.

20120424-125858.jpg

Leave a Comment

Filed under event bikers, lifestyle

Kang JJ : Biker Petualang Sejati

Jeffrey Polnaja telah menjadi orang Indonesia pertama yang berkeliling dunia dengan sepeda motor seorang diri. Hal ini dikukuhkan dengan dicatatnya rekor yang telah diciptakannya di MURI (Museum Rekor-Dunia Indonesia). Pria tegap ini lahir di Bandung, 18 Juni 1962. Di kota inilah, Kang JJ, begitu biasa dipanggil, menghabiskan masa kecilnya dari sekolah dasar sampai perguruan tinggi.

Kegemaran bertualang sudah dimilikinya sejak usia muda. Dimulai dengan mendaki gunung-gunung di sekitar Bandung, seperti Gunung Burangrang dan Gunung Tangkuban Perahu, yang kemudian berlanjut ke gunung-gunung tinggi lainnya di Indonesia.

Jiwa petualangannya tidak hanya di darat. Pada tahun 1978, dia bergabung dengan Aviantara Aero Club, sebuah klub terbang laying dan berhasil meraih solo flight dengan pesawat layang dual seater maupun single seater buatan Schweizer Corporation, Amerika. Di tahun yang sama, dia melakukan perjalanan jauh pertamanya naik sepeda motor Honda CB 100 pinjaman, seorang diri. Saat itu, dia melintasi seluruh Pulau Jawa sampai ke Bali. Tahun 1987, dia bergabung dengan Bala Turangga Horse Riding Club dan meraih piala di berbagai kejuaraan nasional dengan spesialisasi Lompat Rintangan (Horse Show Jumping).

Pada tahun 1996 dia terpilih menjadi Captain M.A.T dan meraih peringkat pertama ketika bertualang di Amerika. Saat itu dia dan Team Indonesia melakukan berbagai kegiatan petualangan, seperti, Rafting di Sungai Kolorado, Motorcycle Off Road dan Jeep Off Road di Taman Nasional Manti La Sal, Mountain Biking, Repelling (turuntebing), serta Rodeo Games di Monument Valley.

Seiring berjalan waktu, kegemarannya akan sepeda motor semakin menjadi-jadi. Setelah puas menjelajah seluruh propinsi di Tanah Air, pada tahun 2001 tercetuslah ide untuk mengadakan perjalanan keliling dunia yang didedikasikan untuk perdamaian. Malang tak dapat ditolak, pada tahun tersebut dia justru mengalami kecelakaan parah yang hampir merenggut jiwanya. Dokter pun memvonis lumpuh. Namun, dengan tekad dan semangatnya yang tetap menyala, hanya dalam waktu 6 bulan, JJ sudah pulih kembali.

Setelah berbagai persiapan yang dilakukan, tepat pada 23 April 2006, dia meninggalkan Tanah Air dan memulai perjalanan menjelajah dunia dengan motor. Dia mendapat sambutan hangat di berbagai belahan dunia, terbukti dengan 72 negara yang dikunjunginya, jauh melampaui target 45 negara yang direncanakan.

Dalam perjalanan ini ia sering diundang untuk menjadi tamu kehormatan di berbagai acara internasional, seperti: “Adventure Day” di Safsen Resort, Swedia dan “BMW Motorad Day” di Garmisch Partenkirchen, Jerman yang dihadiri 45.000 bikers dari 42 negara dan menjadi satu-satunya rider dari Asia. Paparan yang disajikannya mendapat sambutan meriah pengunjung.

Sesuai motonya “strengthening people to people contact, touching the hearts and minds of the world societies”, saat paparan inilah ia berbagi semangat perdamaian dan keprihatinannya akan ‘global warming’, tentunya tidak ketinggalan untuk mempromosikan Indonesia dipentas dunia.

Pada 30 November 2008, JJ kembali ke Tanah Air. Tidak kurang dari 1000 motor menyambut kedatangannya. Adhiayaksa Dault, Menpora saat itu, turut berpartisipasi dan merencanakan membangun Tugu Pemuda di Taman Mini Indonesia Indah. Karena dedikasinya, ia mendapat berbagai penghargaan, di antaranya Lifetime Achievement Award dari Ikatan Motor Indonesia (IMI), sebuah penghargaan tertinggi yang dapat diberikan pada insane otomotif di Indonesia. “Sukses ini adalah sukses kita semua, SUKSES BANGSA INDONESIA,” katanya mengakhiri. ###

20120423-182340.jpg

Leave a Comment

Filed under lifestyle, safety riding, turing

Ride For Peace : Kang JJ Kembali Jelajahi Dunia

Usung Tema The Green Spirit

Setelah sukses melakukan perjalanan keliling dunia di tahun 2006 hingga 2008, Jeffrey Polnaja (JJ) akan kembali mengibarkan bendera Indonesia dalam misi “Ride for Peace – Solo Riding Exploring Five Continents on Two Wheels” dengan menjelajahi sebagian negara di Eropa, Amerika Utara, Amerika Tengah, Amerika Selatan, dan Australia. Perjalanan seorang diri dengan sepeda motor besar BMW R1150 GS Adventure ini rencananya akan dimulai dari Paris pada 13 Mei mendatang, dan diperkirakan sampai di Jakarta pada tahun 2014.

Jeffrey yang masih menggunakan sepeda motor bernomor polisi Bandung D 5010 JJ yang berarti “Solo JJ” seperti misi pertamanya, menyatakan telah siap menjalani tahap lanjutan Ride for Peace yang tak kalah menantang dari penjelajahan sebelumnya. “Saya sudah siapkan fisik dan mental untuk berbagai tantangan di sepanjang perjalanan, pengalaman dari perjalanan sebelumnya akan menjadi bekal berguna. Usaha ini pasti berat, namun saya punya tekat kuat untuk berhasil,” kata Jeffrey.

Jeffrey menyatakan bahwa kondisi lintasan dan alam di benua Amerikadan Australia akan berbeda dengan Asia, Afrika, dan Eropa yang telah dijajakinya pada misi pertama yang dimulai dari Jakarta pada 23 April 2006. “Semangat saya masih sama dengan ketika finish di Eropa empat tahun lalu, yaitu semangat anak bangsa yang pantang menyerah,” lanjut pria kelahiran Bandung 18 Juni 1962 ini. Salah satu motonya: “The Road May End, But Not the Spirit of Adventure and Peace” sudah sedemikian mendarah daging dalam denyut kehidupannya.

Menurut Jeffrey, Belgia merupakan negara yang dipilihnya untuk menitipkan motor, saat pria tegap ini kembali ke Tanah Air setelah menuntaskan misi perjalanan ke 72 negara di Jerman pada tahun 2008. Sepeda motor BMW yang menjadi kawan sejatinya sepanjang perjalanan lebih dari 120.000 kilometer setia menunggu di Negara tersebut dan dirawat sahabat-sahabatnya yang tergabung dalam BMW Motor Club Vlaanderen.

“Saya bertekad membawa pulang motor yang memiliki sejarah penting bagi dunia otomotif dan pecinta sepeda motor di Indonesia itu kembali ke Tanah Air. Tentu sambil melintasi negara-negara di benua yang belum pernah saya jelajahi sendiri dengan sepeda motor,” ungkap satu-satunya orang Indonesia yang telah berkeliling dunia dengan sepeda motor ini.

Pria yang telah banyak memperkenalkan Indonesia serta mengibarkan merah-putih di mancanegara itu memastikan bahwa sepeda motor yang akan kembali ditungganginya berkeliling dalam kondisi siap pakai. Tim mekanik terbaik Eropa saat ini, Peter D’Haese dipercayainya membantu persiapan teknis serta meningkatkan kemampuan sepeda motornya.

“Motor ini pernah dilirik kolektor motor BMW Jerman untuk diganti dengan dua buah motor keluaran teranyar, tapi saya halus menolaknya. Bagi saya sejarah yang tercatat di motor ini tidak bisa digantikan dengan uang atau pun nilai materi lainnya, saya ingin motor ini kembali ke Tanah Air untuk dimuseumkan dan menjadi warisan sejarah bangsa”

Jeffrey yang kali ini menambah misi perjalanannya dengan tema “The Green Spirit” (Semangat Penghijauan) dan akan menjelajah sejauh lebih dari 220.000 kilometer, melewati berbagai kondisi cuaca ekstrim, kondisi medan alam ekstrim, serta beragam situasi politik yang tidak stabil. Tak kurang dari 30 negara akan dilintasinya sepanjang misi kedua Ride for Peace ini, mulai dari Perancis, Belgia, Belanda, Jerman, Skandinavia, Polandia, Rusia, Korea Selatan, Jepang, Kanada, Amerika Serikat, Meksiko, Kuba, Kolombia, Nikaragua, Bolivia, Brasil, Argentina, Peru, Selandia Baru, Australia, dan Timor Leste.

Tema The Green Spirit diakui sangat penting dikibarkan di tengah isyu kerusakan lingkungan hidup yang semakin serius di seluruh dunia. “Kita yang menjadi bagian dari masyarakat otomotif dunia harusnya ikut bertanggung jawab terhadap kerusakan lingkungan. Saya ingin menyampaikan pesan bahwa setiap orang harus memulai perilaku sadar lingkungan. Menanam pohon adalah cara yang paling mudah untuk berterimakasih pada alam yang telah banyak memberi.”

Dalam perhitungan Jeffrey, total jarak tempuh perjalanan keliling dunia pertama dan keduanya ini akan sebanding dengan delapan kali panjang lingkar bumi. “Saya piker angka delapan punya arti khusus bagi banyak orang, termasuk saya. Angka ini memiliki garis tak putus ‘infinity’, sehingga sesuai dengan moto perjalanan saya di mana semangat perdamaian di dunia tidak akan pernah putus,” lanjut Jeffrey.

Pada Kamis, 26 April 2012 Jeffrey akan bertolak ke Eropa didampingi istri tercinta, Susanti Polnaja. Pria berkumis ini akan melakukan ‘test ride’ sepeda motor tunggangannya. Selain kesiapan sepeda motor, Jeffrey juga memastikan bahwa seluruh atribut berkendara yang digunakan akan mampu memenuhi kebutuhannya di setiap tantangan cuaca. Cuaca beku Siberia di Rusia hingga panas teriknya sabana di Amerika Selatan diyakini mampu diatasi baju berkendara khusus buatan Indonesia. Selesai masa ujicoba, sang istri tercinta akan kembali ke Tanah Air dan Jeffrey akan memulai perjalanan fenomenalnya seorang diri.

“Eiger Adventure telah membuat jaket dan sepatu berkendara yang dirancang khusus untuk perjalanan ekstrim seperti ini. Jaket dan sepatu ini mampu menahan udara dingin, air dan panas. Perjalanan ini juga akan menjadi ajang ujicoba beberapa produk petualangan, data di lapang akan menjadi masukan untuk terus meningkatkan kualitas. Kita harus bangga bahwa barang produksi Bandung punya kualitas dunia.”

Kendati telah memiliki bekal pengalaman dari misi pertama, Jeffrey memperkirakan berbagai hambatan, termasuk ancaman kriminal di tengah jalan, berpotensi menghadang dan menghantui perjalanannya. Kasus kecelakaan disengaja yang hampir membunuhnya di sebuah kawasan padang pasir tak berpenghuni di Balukistan, Pakistan membuatnya semakin matang dan cepat mengendalikan situasi sulit. Menjadi sasaran tembak pejuang Afganistan bahkan telah mengajari pentingnya sebuah ketulusan, kekuatan, dan keyakinan hati dalam perjuangan.

Dalam persiapan penjelajahan Ride for Peace, Jeffrey mengaku banyak bekerjasama dengan berbagai pihak di dalam dan luar negeri. Kementerian Luar Negeri telah memberikan perhatian besar agar misi dunianya ini berjalan lancar dan berhasil. Kementerian Pariwisata membekalinya dengan film-film documenter dari budaya dan alam Indonesia yang akan ditayangkannya pada saat konferensi pers di berbagai belahan dunia, salah satu cara efektif mempromosikan Indonesia. Jeffrey juga mengaku sangat terdukung dengan adanya pihak-pihak di dalam negeri yang mensponsori misi Ride for Peace kali ini. Walau demikian, kesempatan masih terbuka bagi perusahaan maupun perorangan yang bersimpati dan ingin berpartisipasi mendukung misi Ride For Peace.

Akhir kata, Jeffrey memohon doa dan restu dari seluruh bangsa Indonesia agar misi mulianya ini dapat berlangsung lancar dan dapat kembali dengan selamat di Tanah Air.

SALAM JELAJAH !!! ###

20120423-162604.jpg

20120423-162617.jpg

20120423-162629.jpg

Leave a Comment

Filed under bikes, event bikers, turing

Yamaha Cup Race Perdana di Medan

MEDAN – Seri pembuka Yamaha Cup Race (YCR) 2012 di sirkuit Pancing Medan, 21-22 April, dibanjiri 150 peserta yang mendaftar. Di sirkuit permanen itu untuk pertama kalinya YCR digelar dan diramaikan pebalap-pebalap Sumatera.

Tahun – tahun sebelumnya YCR diadakan di sikruit nonpermanen Lanud Polonia. Tahun ini di sirkuit Pancing yang panjangnya 1,3 km, memiliki banyak tikungan sedangkan trek lurusnya cukup panjang. Para pebalap menggunakan Jupiter Z yang sudah terbukti sebagai motor juara ajang balap nasional. Yamaha juga menyajikan acara hiburan buat keluarga, safety riding serta test ride Mio J dan Soul GT.

”Medan dipilih untuk seri pertama karena banyak tim dan pebalap berasal dari sini. Untuk YCR Medan ini diikuti pebalap-pebalap Sumatera yang juga membalap di Motoprix. Kami menargetkan 10 ribu penonton menyaksikan balapan dan menikmati kegiatan entertainment,” papar Ari Wibisono, Manajer Motorsport Yamaha.

Deretan pebalap papan atas Sumatera yang juga bertarung di Motoprix ambil bagian. Bobby Anasis, Reza Pahlevy, Andreas Gunawan dan Agung Febri Ramadhan akan bersaing ketat di kelas utama MP1 (Bebek 4 Langkah Tune Up 125 cc Seeded) dan MP2 (Bebek 4 Langkah Tune Up 110 cc Seeded). Iqbal Gatra paling diunggulkan di kelas MP3 (Bebek 125 cc 4 Tak Tune Up Pemula) dan MP4 (Bebek 110 cc 4 Tak Tune Up Pemula).

Iqbal punya pengalaman terbaik di YCR tahun lalu sebagai juara umum kelas pemula seri Sumatera, sehingga terpilih sebagai salah satu wakil tim Yamaha Indonesia ke Yamaha Asean Cup Race di Thailand. Meskipun Yamaha Asean Cup Race tahun lalu tidak jadi dilaksanakan karena banjir melanda Thailand, Iqbal telah membuktikan kapasitasnya untuk kembali bersaing merebut satu tiket lagi ke sana. ”Saya ingin tampil di Yamaha Cup Race Asean jadi akan berusaha yang terbaik di Yamaha Cup Race Indonesia. Sirkuit Pancing sering dipakai buat latihan jadi sudah kenal cukup baik,” ucap Iqbal.

Sementara itu, Bobby Anasis, Reza Pahlevy, Andreas Gunawan dan Agung Febri Ramadhan kembali bersaing di kelas MP1 dan MP2. Kuartet Yamaha itu mengisi empat besar teratas klasemen sementara dua kelas Motoprix tahun ini. ”Persiapan saya sudah maksimal. Latihan buat setingan motor lancar. Tapi belum pernah balapan di sirkuit Pancing, hanya latihan saja, tapi saya optimis bisa mencapai hasil maksimal,” sebut Agung.

20120420-190651.jpg

Leave a Comment

Filed under balap motor

Menyoal Larangan Balap Malam Hari

Larangan Balap Motor Malam PP IMI

Melalui surat edaran 199/IMI/OLRG/D/IV/2012, tanggal 7 April 2012, Kabid Olahraga PP IMI, Bambang Gunardi, mengeluarkan keputusan kepada seluruh Pengprov IMI di Indonesia untuk Tidak Mengeluarkan Ijin atau Rekomendasi kegiatan balap motor atau road race yang dilakukan malam hari, karena sangat berbahaya dari segi keselamatan.

Mari kita lihat fenomena balap malam tersebut. Najib M. Saleh adalah pionir dari nite race ini, dengan 12 tahun penyelenggaraan tanpa ekses melalui kemasan Old & New Night Race, balap malam setiap malam pergantian tahun. Selanjutnya ada rokok Starmild yang mengemas dragrace termasuk dragbike dalam nite race dengan suguhan entertainment yang mengundang antusias publik. Ada juga U Mild yang punya platform balap road race, memasukan dragbike dalam rangkaian serinya dan digelar malam hari, meski sekarang kedua brand rokok itu mundur perlahan dari dunia balap.Yang masih menunggu adalah Gudang Garam dengan Powercross-nya yang sukses menyulap stadion sepakbola menjadi sirkuit powercross diiringi gemuruh musik rock di malam hari.

Kini, balap malam terus menjamur dan menjadi tontotan tersendiri, para prmotor balap seperti Montesz, Okzygen, Lightning Production, dan kini Trendy Promo Mandira-nya Helmy Sungkar juga bersiap mengadakannya. Oiya, Yamaha juga tahun lalu sukses menggelar Yamaha Cup Race di malam hari di Bandung, makanya, tahun ini mereka mencanangkan 3 seri balap malam.

Kenapa harus malam? Dari sisi kemasan, balap malam memang mengandung risiko, karena sangat dekat dengan image balap liar dan juga risiko pembalapnya, pun termasuk karena digelarnya bukan di sirkuit permanen, tapi di areal yang disulap menjadi sirkuit. Namun, atmosfer balap malam lebih menjual, tata lampu, panggung musik dan tentu saja sengatan matahari layaknya menonton balapan di siang bolong, tak lagi lagi dirasakan. Penonton bisa sambil ajak keluarga, pacar untuk menikmatinya, tanpa harus menunggu kemacetan seperti di siang hari.

Soal aturan balap malam, memang belum ada regulasi resminya, penempatan titik lampu, kapasitas lampu, dan aturan lain yang mengikutinya belom tertera dalam aturan IMI. Sisi bisnis termasuk promosi memang lebih menggelora dalam balap malam ini. Coba tengok Singapura yang sukses menyulap Marina Bay Street menjadi balapan F1 pertama di dunia sejak 2008. Pihak promotor tentu melihat Singapura sebagai negara bisnis memiliki daya tarik untuk kelangsungan balap single seater itu, termasuk menjaring penonton dari negara-negara sekitarnya. Maret 2008 juga menjadi bagian tonggak sejarah MotoGP, karena Losail International Circuit untuk pertamakalinya menggelar balap malam. Namun track Losail memang dibangun permanen untuk balap malam, dengan lighting raksasa rancangan Musco Lighting.

Kembali ke tanah air, kenapa sampai muncul larangan tersebut? Apakah kepengurusan IMI sekarang akan memperketat ijin balapan agar menghasilkan mutu balapan yang lebih baik? Kalau itu tujuannya, baguss dong!. Tapi hidup balapan juga tergantung dukungan sponsor, dimana dalam hal ini, sponsor membutuhkan sebuah konsep promosinya yang menarik dan tidak monoton. Hitung sirkuit permanen di Indonesia, Sentul besar, Sentul gokart, Gery Mang Subang, Tasikmalaya, Kenjeran, Binuang, sekarang baru muncul sirkuit milik Lanay Jaya di Kutai Barat.

Dan sudah menjadi rahasia umum,apalagi kalau di Sentul, balapan minim penonton. Coba kalau road race di alun-alun atau depan Gasibu Bandung, penonton berjubel meski terik menyengat di siang hari. Ini yang menjadi sebab, gelaran pasar senggol akan terus menarik sponsor termasuk juga para APM. Mungkin, seharusnya IMI, promotor dan pihak terkait duduk satu meja membahas sebuah aturan, khusus untuk balapan malam ini, tentunya menyoroti soal tata lampu dan keamanannya. Isu geng motor memang sangat menyeruak di saat sekarang. Bayangkan, balapan sekelas HRC di Kemayoran pun harus menunggu lobi agar balapan bisa berlangsung.

Kita tidak mau sponsor lari dari balapan hanya gara-gara tidak boleh balapan malam, tapi IMI melalui promotor, harus bisa memfasilitasi mereka agar tetap konsisten mendukung dunia balap melalui kegiatan yang saling menguntungkan. Kehadiran event balap di sebuah kota tentu menjadi keuntungan lokal, mulai dari hotel, restoran, rental mobil, SPG, hingga menu-menu lainnya.

20120420-130433.jpg

20120420-130458.jpg

Leave a Comment

Filed under balap motor, event bikers