When Art, Soul and Spirit Met Engine


Artikel ini juga dimuat di
http://helarfest.com/when-art-soul-and-spirit-met-engine.htm dan http://www.bikersbrotherhoodmc.com

Luar biasa! Itu kalimat (harusnya) ditambah acungan dua jempol tentang penyelenggaraan Band of Bikers- puncak perayaan ulang tahun ke 20, Bikers Brotherhood MC yang digelar di Gelora Saparua Bandung, 19-20 Juli 2008. Aman, tertib tanpa insiden sedikit pun, dijubeli ribuan bikers dari ratusan komunitas mulai penunggang motor tua, motor baru hingga penyemplak sepeda low rider. Semua larut dalam suka cita Band of Bikers- The Long Way to Glory yang digelar nyaris tanpa sponsor! Semua bisa terselenggara berkat peran seluruh members Bikers Brotherhood MC dengan segala latar belakangnya, seniman, dosen, petugas keamanan hingga preman-preman berhati mulia. Semangat persaudaraan yang diletakan di atas segalanya terbukti mampu menjadi kunci terselenggaranya acara akbar ini di tengah sorotan berbagai pihak menjelang pilwakot Bandung dan beberapa nada sumbang lainnya. Sekali lagi, mungkin hanya Bikers Brotherhood MC yang bisa buat acara seperti ini. Seperti apa sih eventnya?

Tidak hanya bicara dari kuantitasnya saja, namun ide dan konsep acara yang diusung pun sangat unik dan berbeda dengan event-event motor lainnya. Satu panggung utama, satu culture stage yang berisi perform dari penggiat budaya tradisional seperti penca dan debus, domba adu, kemudian BBMC stage yang merupakan panggung khusus untuk area anggota Bikers Brotherhood MC serta satu panggung di GOR Saparua, tempat mengekspresikan talenta-talenta musisi Bandung. Total ada empat panggung yang selalu hiruk pikuk dengan segala kemeriahannya dan tertib! O ya, satu area lagi yang membuat acara ini diminati non-bikers adalah playground area di lapangan basket, di mana para creator modifikasi sepeda aliran lowrider menunjukan bakatnya yang luar biasa dan bisa dinikmati oleh anak-anak yang datang. Brotherhood pun tidak lupa untuk mengapresiasi pihak-pihak lain kerap kali dilupakan, seperti Paskibra, LVRI, Mobil Zakat, Walhi hingga Poesaka Padjajaran yang berisikan barang-barang bernilai sejarah tinggi.

Soal bazzar? Jangan ditanya. Lihatlah serbuan pengunjung untuk membeli official merchandise Bikers Brotherhood MC. Bagi para bikers klub dari luar kota, jarang hanya membeli satu atau dua kaos, sticker dan aksesori lainnya, namun hingga belasan jumlahnya. Buat rekan-rekan yang nggak bisa datang, mereka pada nitip! Lontar mereka. Jadi, saya pun menerka-nerka, dari hasil penjualan merchandise yang diorganisasi melalui Brotherhood Inc. Badan usaha milik Bikers Broherhood MC, mungkin bisa menutup sebagian hutang-hutang acara ini. Katakanlah, untuk bayar sewa lapang, panggung dan sound system.

Official merchandise inilah yang menjadi kekuatan dan magnet besar di setiap acara Bikers Brotherhood MC, di mana pun, kapan pun. Tidak heran kalau para pengurus (COT) merasa penting memanajemen masalah ini melalui sebuah badan hukum serta tempat berupa outlet sekaligus reprentative office di jalan Braga No.36. Hal ini karena melihat potensi para seniman di Bikers Brotherhood MC yang ingin mencurahkan kreasinya melalui media berupa kaos, t-shirt hingga bikers clothing lainnya. Tidak itu saja, munculnya buletin yang berisikan tulisan dari para senior, wartawan otomotif dan anggota lainnya yang ingin mencurahkan unek-uneknya, kritik, saran an sebagainya dapat teraspirasi melalui media cetak yang dikemas dengan artistik dari layoutnya. Ini lagi, menurut saya, yang tidak ditemukan di komunitas bikers lainnya. Kalaupun ada, mungkin hanya dibuat ala kadarnya.

Ups..lompat dulu ke dampak yang dihasilkan dari event ini ke Kota Bandung. Saya yakin, jutaan rupiah mengalir deras ke kantong para pelaku ekonomi di Bandung. Mulai dari hotel, restoran/cafe, factory outlet, distro, club malam hingga penjaja kuliner kaki lima, semua merasakannya. Dan mungkin juga pebisnis syahwat..hahaha….

Saya membaca postingan seorang bikers Jakarta di sebuah milis, jika di event tersebut, yang ikut merasakan atmosfer Bandung, tidak hanya komunitasnya saja, namun juga istri dan keluarga lainnya. Dan yang menjadi sasaran tentu saja factory outlet di sepanjang jalan Riau. Jadi, jangan pernah mencoba-coba untuk menghambat setiap acara yang akan dibuat oleh Bikers Brotherhood MC!,

Dari kalkulasi ekonomi, seorang biker luar kota bersama keluarganya bisa menyumbangkan devisa yang besar, dan ujung-ujungnya kehidupan ekonomi masyarakat pun akan meningkat. Pesan kami, jangan sampai rejeki yang harusnya dinikmati masyarakat direnggut oleh aparat-aparat yang arogan!

Karena ini pula mungkin yang membuat para pejabat rela berpanas-panasan di tengah gumpalan debu Saparua menikmati acara yang tak lazim disaksikan selama ini. Sebut saja mulai dari pejabat Wali Kota Bandung, Edi Siswadi, yang dari pagi hadir manggut-manggut mendengarkan uraian dari Kang Uci (L.Hendrawan) Ketua Dewan Adat Bikers Brotherhood MC di seminar yang membongkar sejarah negeri hingga kebobrokannya. Sebuah orasi, yang jujur saya akui, belum pernah didapatkan sebelumnya mengenai semangat kebangkitan nasional itu. Dan yang mendengarkan pun tida hanya dari birokrat, para sopir angkot hingga Slamet, pengatur lalu lintas di jalan Gatot Subroto pun turut menyimak pemaparan ini. Begitu juga dengan Pangdam III Siliwangi, Mayjen TNI Suryono Gino yang selain bisa merasakan khidmatnya pengibaran bendera merah putih oleh Paskibra Kota Bandung di antara ribuan bikers, namun juga bisa bernostalgia dengan kendaraan-kendaraan lawas yang dipajang. Kemudian Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan pun turut mencicipi atmosfer ini sekaligus membuka Helar Fest 2008.

Yang membuat haru, Bikers Brotherhood MC pun tak melupakan para pejuang yang telah membesarkan mereka seperti sekarang ini, mulai dari pejuang pers, pendidikan, sejarawan, seniman, veteran perang hingga sekarelawan pengatur lalau lintas pun dihargai dengan piagam. Dan tontonan yang spektakuler adalah atraksi tiga penerjung payung dari Aves Bandung yang salah satunya adalah Kang Benny ’Bebeng’ Gumilar, tokoh pendiri Bikers Brotherhood MC. Sungguh sebuah suguhan yang luar biasa untuk ukuran event bikers tanpa sponsor. Seorang bikers asal Independent MC Malaysia pun mengakui event Bikers Brotherhood ini sangat spesial dan lebih hebat ketimbang event bikers di Thailand. Jangan lupa! Bikers Brotehrhood MC juga tetap menjaga kesakralan event dengan tetap menggelar acara internal di area panggung sendiri tanpa harus mengganggu suasana. Air mata pun berlinang dari para angkatan mulai dari Prospect, Virgin yang di masa indah ini merasakan kebahagian untuk bisa naik pangkat!

Terlalu panjang untuk saya tulis di sini, mungkin butuh 10 episode untuk sekadar menggambarkan betapa kreatifnya Bikers Brotherhood MC menggagas acara. Hampir lupa, sebelum puncak acara dihelat, sunatan massal dan rekondisi monumen-monumen bersejarah pun menjadi kegiatan mulai sebagai sumbangsih Bikers Brotherhood MC terhadap masyarakat dan negara.

Tidak perlu picik-picik menjual mimpi di proposal, yang penting ada jalan, ada kemauan, kekompakan di antara gelora persaudaraan yang tinggi, event ini bisa berlangsung. Brotherhood for Our Nation Unity!

Brotherhood Forever, Forever Brotherhood

1 Comment

Filed under Uncategorized

One response to “When Art, Soul and Spirit Met Engine

  1. diN_BRITIS

    Mantaff lah BBMC!!!

    hajar terus bradeeeeeeerrr…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s