Memoles Kemayoran lebih Bergairah

Catatan dari The 17th Indonesia International Motor Show

Meski di tengah situasi politik memanas pasca pemilihan umum presiden dan kejadian memilukan peledakan bom di JW Marriot dan Ritz Carlton Kuningan, gelaran akbar industry otomotif nasional bertajuk Indonesia International Motor Show tetap berlangsung meriah di JI Expo Kemayoran, 24 Juli-2 Agustus lalu. Banyak hal baru yang ditemukan di ajang pameran yang tahun ini tidak teregistrasi di OICA (Organisation Internationale des Constructeurs d’Automobiles) badan yang melegitimasi pameran berstandar internasional. Di luar pemilihan lokasi baru di Kemayoran, berbagai inovasi digagas pihak panitia untuk meningkatkan kualitas gelaran lebih dari pameran Jakarta Fair sebelumnya.

Pameran kali ini menampilkan 21 merek mobil, tujuh merek sepeda motor, serta 124 industri pendukung otomotif. Merek mobil yang akan tampil antara lain Hino, Audi, VW, Daihatsu, Isuzu, Mitsubishi, Nissan Diesel, Foton, Hyundai, Toyota, Honda, Proton, Jaguar, BMW, Mercedes Benz, Mazda, Nissan, Suzuki, KIA, dan Cherry. Merek-merek lain seperti Ferrari, Maserati, Lamborghini, Aston Martin, Hummer, Jeep serta unique & exotic cars lainnya juga akan tampil dalam IIMS 2009. Sedangkan merek sepeda motor yang turut memeriahkan IIMS kali ini antara lain Yamaha, Kawasaki, Honda, Suzuki, Minerva, Piaggio, dan Harley Davidson. Partisipasi dari Importir Umum sayangnya tidak didukung dengan display yang ciamik, makanya mobil sekelas Ferrari Enzo diletakkan begitu saja. Kehadiran produsen roda dua dan pendukungnya juga terlihat hanya sekadar meneruskan keikutsertaan di pameran sebelumnya di tempat yang sama, sehingga nyaris tidak ada model baru yang diluncurkan.

Menurut Abiyoso, Project Manager dari Dyandra Promosindo, promotor gelaran ini, pihaknya banyak belajar dari gelaran Bangkok International Motor Show yang digagas pigak Grand Prix International. Beberapa konten baru yang diterapkannya antara lain mengadakan Car Audio Show, mengundang komunitas klub otomotif, menggelar konser music dan mengatur regulasi stand agar bisa tampil lebih rapi.”Bila di Bangkok mereka membagikan tiket gratis, maka kami menggantinya dengan Special ID Guest. Ini untuk memudahkan kami mengontrol siapa yang datangnya dan ujungnya adalah mengundang potential customer,”tukas Aby. Selain itu, gairah pameran pun diimbuhi oleh partisipan Miss Motorshow tahun ini dengan kualifikasi tertentu. Satu hal lagi, gelaran bertema “Drive for a Better Life,” ini juga membagi dua waktu pada hari biasa dan hari libur dengan jam buka yang berbeda yakni pukul 10.00 di akhir pecan, dan pukul 12.00 di hari biasa. Hal ini selain berefisiensi pada semua hal, juga akan lebih tepat sasaran disesuaikan dengan pola nadi perekonomian ibukota.

Menurut Komar Johari, wartawan senior dari Thailand yang hadir di kesempatan tersebut, mengungkapkan bahwa penyelenggaraan tahun ini lebih baik ketimbang sebelumnya.”Saya lihat banyak hal-hal baru yang membuat gelaran ini lumayan meriah meski dilangsungkan di Kemayoran sebagai lokasi baru. Hanya saja tetap mesti banyak yang harus dibenahi khususnya mengenai promosi agar masyarakat bisa datang lebih banyak,”jelasnya. Mengenai Miss Motorshow, Komar menjelaskan bahwa di Thailand, para pesertanya adalah wanita yang secara fisik memang cantik ditunjang dengan intelektualitasnya yang tinggi berbasis pendidikan setara S2. “Itu penting karena mereka akan menyampaikan productknowledge kepada masyarakat sekalgus membawa brand yang dia wakili,”tambahnya pada gelaran BIMS lalu. Satu hal yang membuat BIMS selalu ramai karena mereka menyatukan produsen roda dua dan roda empat dalam satu event tidak memecahnya menjadi sendiri-sendiri seperti di Indonesia.

Konsep jemput bola juga ikut diterapkan melalui penyediaaan shuttle bus dari tiga titik Selatan Jakarta yang membuat pengunjung tidak susah payah mengantri parker di areal PRJ. Di Bangkok pun, BITEC berada bukan di pusat kota, namun panitia menyisatinya dengan memudahkan akses pengunjung melalui penyediaan kereta (sky train) dan angkutan umum lainnya. Mereka juga member fasilitas khusus kepada orang cacat dan anak-ank sekolah yang ingin mengunjungi pameran tersebut. Ini tentu sebuah contoh yang baik, di mana kita bisa memperkenalkan industry otomotif sejak dini kepada anak-anak sekolah agar mereka memiliki gambaran yang kuat mengenai dunia kendaraan ke depan.

Automotive Event Division Manager Dyandra, Ichwan Sofwan menyatakan, penyelenggaraan kali ini memang banyak hal baru yang terus dikembangkan Dyandra untuk membuatnya semakin bermutu.”Kami juga memasilitasi komunitas klub yang ingin melihat perkembangan teknologi peserta pameran dengan mengadakan semacam kegiatan Plant Tour, di mana mereka akan melihat setiap standnya dengan penjabaran secara komprehensif,”sebut Ichwan. Menyorot soal konser music, Ichwan mengakui masih butuh strategi lain untuk mengundang massa lebih banyak, karena dari beberapa hari dilangsungkan konser tersebut masih belum bisa mendatangkan orang banyak.Padahal dari pengisi acara adalah band-band terkemuka, seperti ST12,The Changcuters, Andra & The Backbone dan lain-lain yang di tempat lain memiliki penonton membludak.

Sekarang, tugas yang paling penting adalah mengubah image kawasan Kemayoran menjadi sebuah tempat ekesbishi yang representatif, nyaman hingga menjadi pusat ekonomi bagi semua kalangan untuk memamerkan produknya. Ini bagian dari tugas Pemda DKI, promotor dan pihak terkait lainnya untuk secara berkesinambungan membangun citra daerah ini menjadi strategis

Leave a comment

Filed under news

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s