ASP3MI: Wadah Baru Pebisnis Aksesori Motor

Kini para produsen dan pebisnis aksesori sepeda motor memiliki wadah baru untuk menciptakan iklim usaha yang berkontribusi positif bagi perkembangan industri suku cadang atau aksesori sepeda motor. Dipicu aturan UU Lalu Lintas No 22/2009, omzet mereka ikut turun, mengapa?

Asosiasi Produsen dan Pedagang Perlengkapan Motor Indonesia (ASP3MI) adalah organisasi baru mereka yang digagas 10 pebisnis tersebut pada 25 November di AHRS Depok.  ASP3MI pada 16 Desember tahun lalu diperkenalkan secara resmi di hadapan para pebinis di bidangnya serta undangan dari Kepolisian di Hotel Orchardz  Jakarta.

Menurut H.Asep Hendro, ketua umum ASP3MI yang juga pemilik brand AHRS, pembentukan wadah ini didasari perkembangan industri otomotif yang pesat khususnya di pasar kendaraan roda dua.”Ada terdapat ratusan hingga ribuan industri yang menggantungkan hidup dari bisnis aksesori dan suku cadang sepeda motor.Ini belum ditambah dengan jaringan retail para pedagangnya yang tersebar di seluruh Indonesia. Dibentuknya ASP3MI ini untuk mengakomodasi semua keinginan para anggotanya untuk membentuk suatu iklim usaha yang lebih dan sehat,” beber pria yang akrab disapa Juragan.

Asep juga menambahkan ASP3MI akan berperan aktif menyikapi perubahan maupun ketentuan regulasi pemerintah yang berdampak pada sektor ini selain akan memberi masukan-masukannya. “Jangka panjangnya adalah penggunaan produk dan merek dalam negeri serta peningkatan mutu produk untuk bersaing di pasar global,”sambungnya.

Pemberlakuan AFTA 2010 serta aturan lalu lintas yang tertuang dalam UU No 22/2009 juga turut memengaruhi dibentuknya wadah ini, di mana sekarang menimbulkan kontroversi di kalangan masyarakat tentang penggunaan aksesori atau kelengkapan modifikasi sepeda motor. Banyak para pemilik sepeda motor kini diliputi rasa cemas tentang penggunaan aksesori sepeda motor yang akan dirazia Polisi. Tentu saja, hal ini bisa menurunkan omzet para pebisnis aksesori meski pada dasarnya hal ini belum disosialisasikan lebih detail misalnya mengenai maksimal tingkat kebisingan knalpot, ukuran spion dan sebagainya.

Sedangkan Kombel Pol Firman Santhya Budi dari Kasubdit Jianma Dit Lantas Babinkam Polri mengungkapkan bahwa ASP3MI harus bisa menjadi pelopor tentang perbaikan standar kualitas industri suku cadang sepeda motor.”Saya harap wadah ini bisa dimanfaatkan untuk sama-sama maju, membuat standar mutu kualitas yang layak dan aman digunakan serta menjadi partner pemerintah termasuk kepolisian. Kita selalu terbuka untuk saling berdiskusi tentang industri ini,”jelasnya yang disambut riuh hadirin.

Dalam kepengurusannya, ASP3MI diisi oleh para pelaku industri aksesori motor terkenal seperti HRP, JMS,BRT, Air’s Racing, Ahau dan Kawahara

Leave a comment

Filed under news

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s