Ride For Peace : Kang JJ Kembali Jelajahi Dunia

Usung Tema The Green Spirit

Setelah sukses melakukan perjalanan keliling dunia di tahun 2006 hingga 2008, Jeffrey Polnaja (JJ) akan kembali mengibarkan bendera Indonesia dalam misi “Ride for Peace – Solo Riding Exploring Five Continents on Two Wheels” dengan menjelajahi sebagian negara di Eropa, Amerika Utara, Amerika Tengah, Amerika Selatan, dan Australia. Perjalanan seorang diri dengan sepeda motor besar BMW R1150 GS Adventure ini rencananya akan dimulai dari Paris pada 13 Mei mendatang, dan diperkirakan sampai di Jakarta pada tahun 2014.

Jeffrey yang masih menggunakan sepeda motor bernomor polisi Bandung D 5010 JJ yang berarti “Solo JJ” seperti misi pertamanya, menyatakan telah siap menjalani tahap lanjutan Ride for Peace yang tak kalah menantang dari penjelajahan sebelumnya. “Saya sudah siapkan fisik dan mental untuk berbagai tantangan di sepanjang perjalanan, pengalaman dari perjalanan sebelumnya akan menjadi bekal berguna. Usaha ini pasti berat, namun saya punya tekat kuat untuk berhasil,” kata Jeffrey.

Jeffrey menyatakan bahwa kondisi lintasan dan alam di benua Amerikadan Australia akan berbeda dengan Asia, Afrika, dan Eropa yang telah dijajakinya pada misi pertama yang dimulai dari Jakarta pada 23 April 2006. “Semangat saya masih sama dengan ketika finish di Eropa empat tahun lalu, yaitu semangat anak bangsa yang pantang menyerah,” lanjut pria kelahiran Bandung 18 Juni 1962 ini. Salah satu motonya: “The Road May End, But Not the Spirit of Adventure and Peace” sudah sedemikian mendarah daging dalam denyut kehidupannya.

Menurut Jeffrey, Belgia merupakan negara yang dipilihnya untuk menitipkan motor, saat pria tegap ini kembali ke Tanah Air setelah menuntaskan misi perjalanan ke 72 negara di Jerman pada tahun 2008. Sepeda motor BMW yang menjadi kawan sejatinya sepanjang perjalanan lebih dari 120.000 kilometer setia menunggu di Negara tersebut dan dirawat sahabat-sahabatnya yang tergabung dalam BMW Motor Club Vlaanderen.

“Saya bertekad membawa pulang motor yang memiliki sejarah penting bagi dunia otomotif dan pecinta sepeda motor di Indonesia itu kembali ke Tanah Air. Tentu sambil melintasi negara-negara di benua yang belum pernah saya jelajahi sendiri dengan sepeda motor,” ungkap satu-satunya orang Indonesia yang telah berkeliling dunia dengan sepeda motor ini.

Pria yang telah banyak memperkenalkan Indonesia serta mengibarkan merah-putih di mancanegara itu memastikan bahwa sepeda motor yang akan kembali ditungganginya berkeliling dalam kondisi siap pakai. Tim mekanik terbaik Eropa saat ini, Peter D’Haese dipercayainya membantu persiapan teknis serta meningkatkan kemampuan sepeda motornya.

“Motor ini pernah dilirik kolektor motor BMW Jerman untuk diganti dengan dua buah motor keluaran teranyar, tapi saya halus menolaknya. Bagi saya sejarah yang tercatat di motor ini tidak bisa digantikan dengan uang atau pun nilai materi lainnya, saya ingin motor ini kembali ke Tanah Air untuk dimuseumkan dan menjadi warisan sejarah bangsa”

Jeffrey yang kali ini menambah misi perjalanannya dengan tema “The Green Spirit” (Semangat Penghijauan) dan akan menjelajah sejauh lebih dari 220.000 kilometer, melewati berbagai kondisi cuaca ekstrim, kondisi medan alam ekstrim, serta beragam situasi politik yang tidak stabil. Tak kurang dari 30 negara akan dilintasinya sepanjang misi kedua Ride for Peace ini, mulai dari Perancis, Belgia, Belanda, Jerman, Skandinavia, Polandia, Rusia, Korea Selatan, Jepang, Kanada, Amerika Serikat, Meksiko, Kuba, Kolombia, Nikaragua, Bolivia, Brasil, Argentina, Peru, Selandia Baru, Australia, dan Timor Leste.

Tema The Green Spirit diakui sangat penting dikibarkan di tengah isyu kerusakan lingkungan hidup yang semakin serius di seluruh dunia. “Kita yang menjadi bagian dari masyarakat otomotif dunia harusnya ikut bertanggung jawab terhadap kerusakan lingkungan. Saya ingin menyampaikan pesan bahwa setiap orang harus memulai perilaku sadar lingkungan. Menanam pohon adalah cara yang paling mudah untuk berterimakasih pada alam yang telah banyak memberi.”

Dalam perhitungan Jeffrey, total jarak tempuh perjalanan keliling dunia pertama dan keduanya ini akan sebanding dengan delapan kali panjang lingkar bumi. “Saya piker angka delapan punya arti khusus bagi banyak orang, termasuk saya. Angka ini memiliki garis tak putus ‘infinity’, sehingga sesuai dengan moto perjalanan saya di mana semangat perdamaian di dunia tidak akan pernah putus,” lanjut Jeffrey.

Pada Kamis, 26 April 2012 Jeffrey akan bertolak ke Eropa didampingi istri tercinta, Susanti Polnaja. Pria berkumis ini akan melakukan ‘test ride’ sepeda motor tunggangannya. Selain kesiapan sepeda motor, Jeffrey juga memastikan bahwa seluruh atribut berkendara yang digunakan akan mampu memenuhi kebutuhannya di setiap tantangan cuaca. Cuaca beku Siberia di Rusia hingga panas teriknya sabana di Amerika Selatan diyakini mampu diatasi baju berkendara khusus buatan Indonesia. Selesai masa ujicoba, sang istri tercinta akan kembali ke Tanah Air dan Jeffrey akan memulai perjalanan fenomenalnya seorang diri.

“Eiger Adventure telah membuat jaket dan sepatu berkendara yang dirancang khusus untuk perjalanan ekstrim seperti ini. Jaket dan sepatu ini mampu menahan udara dingin, air dan panas. Perjalanan ini juga akan menjadi ajang ujicoba beberapa produk petualangan, data di lapang akan menjadi masukan untuk terus meningkatkan kualitas. Kita harus bangga bahwa barang produksi Bandung punya kualitas dunia.”

Kendati telah memiliki bekal pengalaman dari misi pertama, Jeffrey memperkirakan berbagai hambatan, termasuk ancaman kriminal di tengah jalan, berpotensi menghadang dan menghantui perjalanannya. Kasus kecelakaan disengaja yang hampir membunuhnya di sebuah kawasan padang pasir tak berpenghuni di Balukistan, Pakistan membuatnya semakin matang dan cepat mengendalikan situasi sulit. Menjadi sasaran tembak pejuang Afganistan bahkan telah mengajari pentingnya sebuah ketulusan, kekuatan, dan keyakinan hati dalam perjuangan.

Dalam persiapan penjelajahan Ride for Peace, Jeffrey mengaku banyak bekerjasama dengan berbagai pihak di dalam dan luar negeri. Kementerian Luar Negeri telah memberikan perhatian besar agar misi dunianya ini berjalan lancar dan berhasil. Kementerian Pariwisata membekalinya dengan film-film documenter dari budaya dan alam Indonesia yang akan ditayangkannya pada saat konferensi pers di berbagai belahan dunia, salah satu cara efektif mempromosikan Indonesia. Jeffrey juga mengaku sangat terdukung dengan adanya pihak-pihak di dalam negeri yang mensponsori misi Ride for Peace kali ini. Walau demikian, kesempatan masih terbuka bagi perusahaan maupun perorangan yang bersimpati dan ingin berpartisipasi mendukung misi Ride For Peace.

Akhir kata, Jeffrey memohon doa dan restu dari seluruh bangsa Indonesia agar misi mulianya ini dapat berlangsung lancar dan dapat kembali dengan selamat di Tanah Air.

SALAM JELAJAH !!! ###

20120423-162604.jpg

20120423-162617.jpg

20120423-162629.jpg

Leave a comment

Filed under bikes, event bikers, turing

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s