Triumph Trident T150 : Superbike Pertama Triumph

Jakarta, 25 Juli 2012 –  Triumph sejak dulu memiliki nama besar sebagai perakit motor-motor berkualitas. Salah satu varian yang bisa menjadi rekomendasi untuk menambah varian koleksi yakni tipe Trident T150 750 cc. Motor ini seangkatan dan setingkat dengan BSA Rocket 3 karena sama-sama berkonfigurasi mesin tiga silinder serta diproduksi hasil kerjasama BSA-Triumph.

Trident mengadopsi basis motor legendaries sebelumnya yakni Speed Twin 500 cc lansiran 1937 kemudian selanjutnya model sport yakni Tiger 100. Desain Tiger 100 ini salah satu sejarah panjang dalam dunia sepeda motor karena dipakai selama 50 tahun lebih pada model Triumph berikutnya. Dua saja sudah bagus, apalagi kalau tiga pasti lebih baik lagi. Filosofi itu yang melatarbelakangi dirakitnya varian berkode T150 ini.

Ketika pertama dilansir tahun 1968, Trident langsung identik dengan label superbike. Hal itu karena Trident merupakan motor pertama berpenampilan modern yang mengadopsi mesin multi silinder dan salah satu motor tercepat. Ini merupakan lompatan luar biasa bagi pabrikan motor Inggris namun juga menjadi satu pertaruhan besar karena belum ada pabrikan lain yang membuat mesin dengan konfigurasi tiga silinder. Saat itu, Honda empat silinder 750 cc merupakan varian yang mendominasi pasar kelas superbike.

Desain bodinya merupakan rancangan dari Triumph Engineering serta Ogle Design yang juga merancang sportcar bernama Reliant Scimitar. Tangki bensin, sidecover dan muffler model ray gun merupakan ekspresi utama dari tampilan Trident. Beberapa feature lain yang menyertainya yakni oil cooler yang ditempatkan di bawah tangki serta ditutupi oleh lampu reflector disampingnya. Kemudian di bagian buritan joknya dipasangi pegangan atau behel, lalu teromol rem depan dilengkapi dengan airscoop sebagai pendingin.

Tipikal mesin sama dengan model twin hanya jumlah silinder lebih banyak, lebih lebar dan cara kerjanya lebih rumit. Bukti kehebatan dari motor Trident versi balapnya tertuang melalui pembalap Ray Pickrel yang mendominasi kelas 750 cc di Formula 750 TT tahun 1972. Ia mampu menorehkan rata-rata kecepatan dalam lima lap sampai 168 km/jam.

Dalam sebuah buku berjudul Triumph Racing Motorcycles In America yang ditulis Lindsay Brooke digambarkan bahwa motor ini salah satu motor balap yang menyeramkan. Trident bisa dikomparasikan diantara Formula Two, mesin DOHC mobil NASCAR stock serta Honda Six, tulisnya. Di track, Trident mampu membuktikan diri untuk bersaing dengan Honda Four, Norton Commando serta Kawasaki H1.

Sebagai apresiasinya terhadap kejayaan Trident, American Motorcycle Association memasukannya dalam Motorcycle Hall of Fame Museum di Pickerington, Ohio.

Triumph Trident T150

Mesin 3 silinder inline, OHV

Kapasitas 750 cc

Diameter x langkah 67 mm x 70 mm

Transmisi 4-speed

Karburator 3 Amal Concentric 27 mm

Daya maksimum 57 hp/7250 rpm

Top speed 196 km/jam

Berat 219 kg

Frame Tubular craddle

Fork depan Telescopic

Suspensi belakang Swingarm

Rem depan Teromol

Rem belakang Teromol

Leave a comment

Filed under bikes, news

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s