Classic Bike : BMW R69S, Paras Tampan dan Elegan

Jakarta, 1 Agustus 2012 – Bila mencari motor lawas dengan penampilan elegan, dikendarai nyaman, didukung tenaga besar, BMW R69S merupakan salah satu alternatifnya. Huruf S dibelakangnya adalah menunjukan tipe sport yang merupakan generasi lanjutan dari R69 versi biasa. Ini adalah merupakan salah satu tradisi BMW yang selalu menyuguhkan desain motor yang artistik dengan iringan teknologinya. R69S pertama kali dilansir tahun 1960 ketika BMW  hampir mengalami krisis ekonomi. Sebab itulah mereka hanya meneruskan dari model yang sama sebelumnya dengan teknologi sport sebagai strategi untuk melirik kancah kompetisi dan merebut pasar.

Produksinya berakhir di tahun 1969 dengan total unit yang dibuatnya sebanyak 11.317 unit. Keunggulannya diperlihatkan oleh desain bodi dan kemampuan mesin yang besar. Sebagai varian sport namun tetap melambangkan sebuah kejayaan temuan rakyat Bavaria, BMW menyuguhkan R69S dalam tema ketangguhan namun tetap memancarkan paras klasiknya. Proporsional kemudian menjadi penutup seluruh rancangan bodinya. Menurut salah satu situs yang khusus mengulas BMW, R69S merupakan salah satu desain terseksi dari BMW.

Fork depan yang disebut Earles forks, dirancang untuk lebih sigap menyerap guncangan roda depan. Sistem suspensi dengan model swingarm ini mampu menghindari gejala menukik ketika rem ditarik mendadak atau yang popular dinamakan anti-dive action. Keunggulannya, gerakan jarak main shockbreaker yang panjang membuatnya terasa lembut. Begitu juga pada suspensi belakang yang cara kerjanya hampir mirip dengan fork depan, jarak main panjang hingga terasa akan lebih smooth dan di setting seimbang menyesuaikan posisi gardan di sebelah kanan.

Dapur pacu model boxer tentu adalah karakter kuat yang mengukuhkannya sebagai salah satu motor tangguh. Tahun 1961 merupakan masa emas bagi BMW karena berkat R69S namanya terangkat sebagai motor balap yang kompetitif. R69S mencatat rekor dunia dalam adu ketahanan 24-jam dengan menembus kecepatan 153 km/jam di ajang Barcelona 24 Hour dan Thruxton 500 Mile. Hal itu antara lain karena jeroan mesin yang telah menggunakan gear dan bearing hingga membuat kinerja mesinnya lebih maksimal dan kuat.

Kestabilan suhu mesin juga menjadi point penting keunggulannya. Dengan posisi mesin  melintang horizontal, membuat sistem pendinginannya lebih sempurna karena angin langsung mengarah pada dua bongkah silindernya. Tidak mengherankan jika motor ini cocok sebagai kendaraan untuk melahap rute jarak jauh. Meski demikian, ketika memasuki tikungan, pengendaranya harus berhati-hati memiringkannya karena slinder head bisa menyentuh jalanan. Makanya, memasang engine guard lebih disarankan bagi mereka yang menyukai touring dengan motor ini.

Data & Fakta

BMW R69S

Mesin

Tipe 4-tak, 2-silinder flat twin

Diameter x langkah 72 mm x 73 mm

Kapasitas 594 cc

Perb. kompresi 9,5 : 1

Daya maksimum 42 hp/7.000 rpm

Top speed 174 km/jam

Karburator Bing (2)

Kopling Single plate, kering

Transmisi 4-speed

Penggerak roda Gardan

Frame Double loop steel tubular frame

Fork depan Leading-link Earles fork

Suspensi belakang Swingarm

Rem depan Tromol, 200 mm

Rem belakang Tromol, 200 mm

Roda depan 3.50 x 18 S

Roda belakang 4.00 x 18 S

Leave a comment

Filed under bikes, lifestyle, news

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s