Mengapa Manajemen Keselamatan Jalan Raya Periode Mudik Gagal?

Overview:

Fenomena kecelakaan lalulintas pada musim mudik menjadi suara halus bagi masyarakat Indonesia,  walaupun media-media secara regular tiap jam tiap hari melakukan update tentang  berita – berita kecelakaan lalulintas dijalan raya, dampaknya hanya menarik sesaat seakan – akan bangsa ini sudah kehilangan sense of crisis padahal angka – angka yang tewas kian meningkat. Berdasarkan informasi dari Kementerian Perhubungan hingga Kamis (23/9), mencatat kecelakaan lalu lintas sebanyak 3.600 kejadian dengan korban meninggal dunia sebanyak 638 orang, luka berat 994 orang, dan luka ringan 3.444 orang.

Data ini menunjukan kita sedang mengalami BENCANA NASIONAL, bandingkan dengan sebuah kecelakaan udara beberapa lalu …semua panas, dunia ribut para pejabat menyampaikan bela sungkawa yang luar biasa, secara fisik hadir bertemu dengan para keluarga korban, mengerahkan segala upaya pencarian korban  (mohon maaf, tanpa mengurangi rasa hormat dan duka cita kepada para keluarga korban kecelakaan tersebut)  tapi apa terjadi dengan korban tewas pada musim mudik ini?

Tak terlihat kesan yang dalam dari para pejabat tinggi kita, semua sibuk dengan ketupat lebaran atau sibuk dengan aktivitas lebarannya, padahal jumlah kecelakaan terus berjalan….Padahal kematian-kematian dengan angka yang significant ini sangat berkolerasi terhadap kemelaratan bangsa, banyak tulang punggung keluarga yang menjadi bagian dari musibah ini. Hasil sebuah study yang dilakukan Pustral – UGM sekitar tahun 2004, keluarga korban lakalantas yang tewas pada periode tahun 2002 – 2003 hampir 63% nya mengalami pemiskinan.

Langkah Populis & Tidak Efektif,

Beragam Angkutan masal gratis yang bertujuan mengangkut pemudik sudah disediakan, walupun tidak maksimal namun paling tidak usaha ini sudah dilakukan sejak beberapa tahu  terakhir, mulai dari menyediakan angkutan gratis dengan bus, kereta bahkan kapal laut. Polisi dari tahun ke tahun melakukan penertiban lalulintas melalui upaya kampanye – kampanye tertib ber-lalulintas, rekayasa traffic control, termasuk pengarahan & penindakan, Dinas PU pun secara ritual terburu-buru memperbaiki kondisi jalan seakan-akan mejadi  ritual bagi mereka setiap tahunnya, lagi – lagi angka kecelakaan bertambah tiap hari. Faktanya semua bekerja…namun hasilnya tidak maksimal….korban – korban terus terjadi rakyat merana.

Solusi,

Political Will yang kuat sangat diperlukan untuk meresponse baik untuk jangka panjang maupun jangka pendek. Dalam sisa waktu mudik beberapa hari ini, khususnya pada TAHAP ARUS BALIK ini Presiden sebagai pemimpin tertinggi harus segera mengambil langkah SIGAP, BIJAK & STRATEGIS, antara lain:

  1. Tampil kepada publik untuk menyampaikan :
    1. Berbela Sungkawa Kepada Keluarga Korban Lakalantas Musim Mudik Ied Fitri 1433H
    2. Menyampaikan instruksi terbuka kepada seluruh jajaran pemerintah LANGKAH – LANGKAH TANGGAP DARURAT yang mutlak harus dilakukan
    3. Menetapkan Kebijakan TANGGAP DARURAT kepada seluruh elemen pemerintah:
      1. Mengurangi volume jalan raya pada musim mudik (arus balik) untuk jangka waktu tertentu.
      2. Memperpendek jarak tempuh moda transportasi sepeda motor
      3. Mengerahkan seluruh kekuatan moda transportasi Angkutan umum (bus) – Laut (Kapal – kapal milik TNI) – Udara (Milik TNI) minimal 50% dari jumlah yang ada secara gratis bagi para pemudik dari titik-titik keberangkatan tertentu, misal; Surabaya – Semarang vice versa, Semarang – Jakarta vice versa, Jakarta – Lampung dst. Disesuaikan dengan kepadatan lalulintas nya.
      4. Mengintruksikan kepada para pengusaha transportasi baik darat, udara dan laut untuk menyediakan fasilitas ticket murah minimal 20% dari ticket yang dijual selama masa arus balik berlangsung.
      5. Meminta kepada seluruh perusahaan kategori konglomerat ( Industri : Tambang Gas & Mineral, Produsen Otomotif, Distribusi, Konstruksi)  untuk memfasilitasikan kebijakan penyediaan angkutan gratis dengan menempatkan dana CSR nya dengan prosentase tertentu selama masa tanggap darurat ini berlangsung.
      6. Mengistruksikan kepada seluruh pejabat Pemda (Khusus pada area – area jalur mudik) melalui Mendagri untuk mengerahkan segala kekuatannya dalam menyediakan moda transportasi gratis ataupun sangat murah kepada para pemudik.
      7. Mengintsruksi kepada KEMKOMINFO untuk segera mensosialisasikan kebijakan presiden kepada seluruh lapisan masyarakat, melalui jajaran pemerintahan.
      8. Menginstruksikan kepada seluruh jajaran menteri terkait dengan kebijakan ini untuk memonitor secara langsung seluruh proses pelaksanaan dilapangan agar dapat berjalan efektif.

BENCANA NASIONAL ini sudah menjadi agenda tahunan, Masihkah Pemerintah tidak menanggapi nya secara serius? Haruskah hal ini terus terulang? Di satu sisi Pemerintah mempunyai kemampuan untuk menanggulangi hal tersebut.

Jusri Pulubuhu

Praktisi & Pemerhati Road Safety – Chief instruktur Mengemudi  Defensive & Founder JDDC (Jakarta Defensive Driving Consulting).

 

 

 

Leave a comment

Filed under news, safety riding

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s