Tim Balap Motor PON DKI : Veni Vidi Vici

Jakarta, 5 September 2012 – Cabang olahraga balap motor di PON XVIII Riau (9-11/9) dipastikan akan menyajikan persaingan sengit, karena akan menghadirkan para rider terbaik dari 27 propinsi di Indonesia yang telah lolos Pra-kualifikasi. Tim balap motor DKI dipastikan akan tampil all out demi menjaga supremasi dan gengsi cabor ini bagi Kontingen Ibukota.

Persiapan intensif tim balap motor DKI yang beranggotakan M.Nurgianto, Rey Ratukore, Rafid Topan Sucipto, M Dwi Satria dengan pelatih kepala M.Fadly serta dikawal pelatih fisik Gandung Darmoko telah berlangsung dari tahun lalu. Mereka tidak shanya ekadar berlatih sambil bertanding di berbagai kejuaraan nasional maupun internasional, tapi juga gemblengan fisik dari Gandung Darmoko, spesialis pelatih fisik di motocross IMI Racing Academy.

Optimisme untuk merengkuh emas dari empat nomor yang dipertanding yakni perorangan dan beregu untuk kelas 110 cc dan 135cc juga disampaikan oleh A.Judiarto, Ketua Umum IMI DKI.” Kita datang, bertanding dan Menang! Kalah bukan cuma malu, tapi rugi! Kita bicara peluang berdasarkan prestasi pebalap juga persiapan yang kita lakukan,”ujarnya pada sesi latihan di sirkuit PRJ Kemayoran, Selasa (4/9) kemarin. Dari empat emas, Tim DKI bersiap merebutnya, minimal tiga emas.

Strategi akan sangat menentukan di last minute, karena itu Tim DKI masih menyimpan taktik tentang formasi pebalap yang akan diturunkan di empat kelas yang dilombakan. M.Fadly, kemungkinan besar juga akan diturunkan bila mereka berbicara strategi tim. Dengan pengalaman meraih medali emas di dua PON sebelumnya, Fadly tentu saja akan menjadi ujung tombak tim. Melihat peta tim, Rey Ratukore, M Nurgianto, Rafid Topan dan M dwi Satria dari hasil latihan yang dilakukan memperlihatkan peningkatan. “Terutama Rafid Topan, karena dia sejak tahun 2010 sudah tidak turun di track dadakan. Karena itu dia harus beradaptasi dengan tipikal sirkuit seperti nanti di Kampar Riau untuk mendapatkan iramanya,” ulas Hawadis, kepala mekanik Tim DKI. Dari simulasi balap yang dilakukan dengan mengacu pada desain sirkuit yang akan dipergunakan nanti, time masing-masing pebalap sudah terlihat konsisten di 33 detik untuk panjang sirkuit 1,2 km.

Keyakinan tim juga bertambah besar saat A.Judiarto mengatakan bahwa di PON nanti, dibebaskan memilih ban tidak harus single tyre. Selama ini para pebalap lebih banyak menggunakan ban FDR ketimbang Corsa. Hal ini diperkuat oleh keterangan dari  Sadikin Aksa, selaku Ketua tim delegasi teknis PP IMI di PON XVIII Riau seperti yang dikutip dari kompas.com, yang mengatakan, dalam buku peraturan IMI tidak ada kewajiban menggunakan satu jenis dan satu merek yang sama. Namun, panitia lomba memang hanya menyediakan satu jenis motor dan satu jenis ban. Pengurus-pengurus IMI provinsi diberi kesempatan bermusyawarah, untuk menentukan apakah mereka harus menggunakan ban yang sama atau boleh bebas menggunakan jenis ban yang berbeda. “Panitia menyediakan satu merek dan satu jenis ban dengan maksud agar semua pebalap berlomba dengan fasilitas yang sama persis agar lebih adil. Namun, karena tidak ada kewajiban itu dalam buku peraturan, IMI masih membuka peluang perubahan dengan kesepakatan semua pengurus daerah,” kata Sadikin.

Sementara menurut situs resmi PON XVIII Riau, http://www.ponriau2012.com yang dilansir 9 Agustus lalu, Hasil simulasi yang digelar Juni lalu, untuk jalur balapan sudah memenuhi standar, aspalnya mulus dan sudah dites pada saat kering dan basah. Hanya saja ada tiga titik tikungan yang harus diberi pengaman dengan memasang ban. Tiga jalur tikungan tersebut berada di tikungan f1, f3 dan f9, dari 11 tikungan yang ada di sirkuit Sport Centre Kampar. Tepat di tikungan tersebut terdapat jurang sedalam lebih kurang enam meter, sehingga perlu diberi pengamanan dengan membuat tiang dan diberi ban.

Tachnical Delegate (TD) balap motor Eddy Horison, mengatakan, sirkuit balap motor tersebut merupakan venue terbaik ke empat di Indonesia, setelah sirkuit Sentul kecil dan sirkuit Balik Pad Binguang di Kalsel. “Sirkuit di Kampar cukup bagus, dan merupakan sirkuit keempat terbesar di Indonesia. Namun, sirkuit tersebut tidak bisa lagi dibentuk dan diubah, karena venue silat juga didirikan di sirkuit tersebut,” terang Eddy yang juga menjabat sebagai Ketua Ikatan Motor Indonesia (IMI) Riau.

Dijelaskan Eddy, sirkuit dengan panjang 1.150 meter dan lebar delapan meter, dengan satu baris tiga motor, sudah sesuai standar nasional. Menurut rencana, usai PON akan digelar kejuaraan balap motor Indoprix yang akan diikuti pembalap-pembalap internasional.

Sementara dua pebalap Tim PON DKI, Rey Ratukore dan M.Fadly kemarin bertolak ke Jepang untuk mengikuti seri ARRC di Autopolis 7-9 September dan mereka akan bergabung dengan Nuargianto, Rafid Topan dan M Dwi Satria pada hari Senin pagi. “Mohon doa restunya aja dari seluruh warga DKI,” singkat M.Fadly,

Seperti apa persiapan Tim balap motor PON DKI? berikut sebagian foto-fotonya

Leave a comment

Filed under balap motor, event bikers, news

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s