FORWOT Rangkul Klub Bikers & Jurnalis Bandung Lewat Safety Riding

BANDUNG, 12 NOvember 2012 – Tingginya angka kecelakaan di jalan raya mendorong Forum Wartawan Otomotif (FORWOT) menyelenggarakan FORWOT Safety Riding untuk para anggota klub/komunitas sepeda motor dan wartawan di Bandung, 10 November kemarin sekaligus dalam rangka memperingati Hari Pahlawan.

Pelatihan pertama diselenggarakan di Tangerang Selatan pada 15 Juli 2012, di mana melibatkan selitar 50 peserta dari klub/komunitas sepeda motor dan wartawan.

Dan, pada 10 November 2012, FORWOT bekerjasama dengan Yamaha Motor Indonesia, Ban IRC dan Zeneos, Oli Top1, Adira Insurance, Tas Xtreme, Helm VOG, Sinnob, Motoritz, dan Krating Daeng, menggelar FORWOT SAFETY RIDING di Bandung, tepatnya di area parkir LotteMart Jl. Soekarno-Hatta.

Kali ini Pelatihan diikuti lebih dari 55 peserta yang terdiri dari para anggota klub/komunitas yang tergabung dalam FCMB (Forum Club Motor Bandung), serta jurnalis media cetak, online, dan elektronik.

“Kami berharap para peserta dapat mempraktikkannya dan menyebarkan semua ilmu yang didapat dari Pelatihan ini kepada orang lain,” kata Eri Haryoko, Ketua Umum FORWOT. “Pelatihan ini sekaligus dalam rangka memeringati Hari Pahlawan 10 November 2012, di mana acara diawali dengan mengheningkan cipta.”

Tim Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC) dengan Jusri Pulubuhu sebagai chief instructor memberikan teori dan praktik berkendara seperi slalom, braking, ascending & descending, speed track.

Di Pelatihan ini Yamaha menyiapkan 16 sepeda motor berupa New Yamaha V-ixion, Yamaha Scorpio Z, untuk digunakan dalam Safety Riding Road ini yang diikuti 50 partisipan perwakilan media dan komunitas. Dua unit motor diantaranya adalah New V-Ixion Lightning, motor teranyar Yamaha yang baru diluncurkan saat Jakarta Motorcycle Show (JMCS).

Partisipasi Yamaha dalam aktivitas positif Forwot ini merupakan bentuk dukungan terhadap keselamatan berkendara. Yamaha sendiri aktif dalam memberikan edukasi teori dan praktek safety riding yang memang menjadi bagian penting dalam agenda pembelajaran terhadap masyarakat. Terakhir, Yamaha ambil bagian memberikan edukasi teori dan praktek safety riding di JMCS.

“Aktivitas safety riding menunjukkan besarnya tanggung jawab Yamaha terhadap konsumen Indonesia menyeluruh dan Yamaha sangat serius tentang ini. Salah satu poin yang ingin ditekankan adalah maraknya penggunaan earphone saat berkendara juga menjadi hal yang mengganggu.  Selain    tidak terdengarnya aktivitas di luar,   balance rider sendiri   bisa terganggu

dan merusak konsentrasi,” jelas Indra Dwi Sunda, PR Corporate & Communication Head Yamaha Indonesia.

Safety riding sesuai standar Yamaha mempresentasikan tentang bagaimana mengurangi resiko kecelakaan dengan training pengetahuan safety riding, training meningkatkan teknik berkendara dan memakai pelindung diri. Juga lima poin penting buat pengendara motor tentang perkiraan bahaya, area terlihat dan tidak terlihat, kekuatan tabrakan, riding position dan pengecekan kendaraan.

Training pengetahuan safety riding menjelaskan mengenai strategi berkendara dengan memprediksi bahaya. Pengetahuan yang kurang, kesalahan prediksi dan kesalahan perawatan menjadi bahan ulasan dalam training pengetahuan safety riding. Dalam training meningkatkan teknik berkendara dibahas soal mengurangi bahaya dengan teknik yang benar. Tidak hati-hati, kurangnya teknik berkendara, terlambat sehingga terburu-buru dan naik sepeda motor dianggap seperti balapan, adalah kesalahan pengendara yang harus diperbaiki. Dan paling penting juga memakai pelindung diri. Jenis resiko yang menjadi penyebab utama kecelakaan adalah dari prakiraan (sudut tikungan, menyalip, persimpangan, anak-anak, rintangan dan kondisi lalu lintas). Lalu tergantung pada kemampuan pengereman, berbelok, menghindar dan keseimbangan. Bagaimana pikiran pengendara yang ngebut, tengah mabuk, temperamental, naik kendaraan dianggap balapan, egois, etika parkir, tidak memiliki SIM dan tidak menggunakan perlengkapan berkendara.

Lima poin penting dalam safety riding menyangkut area terlihat dan tidak terlihat wajib diperhatikan pengendara dengan baik untuk menghindari kecelakaan. Poin berikutnya kekuatan tabrakan yaitu efek dari tabrakan sehingga ditekankan menggunakan helm. Riding position adalah cara berkendara dengan aman, nyaman dan posisi yang benar. Dan pengecekan sepeda motor juga penting diperhatikan pengendara, berkaitan dengan bahan bakar, oli, rantai, mesin, rem, kopling, lampu, aki, mur dan baut.

1 Comment

Filed under event bikers, news, safety riding

One response to “FORWOT Rangkul Klub Bikers & Jurnalis Bandung Lewat Safety Riding

  1. Cah Bagus

    Acara ini harus diteruskan dan dibudidayakan dan disebarkan dan dipraktikkan…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s